Terapi Seni Ekspresif mengembangkan kreativitas dan imajinasi
Terapi Seni Ekspresif

Tanggal

Dengan mengikuti kegiatan orang tua-anak, mereka dapat belajar bekerja sama dengan orang lain, berbagi dan mengutarakan pendapatnya. Hal ini tidak hanya membantu mereka membangun hubungan baik dalam tim, namun juga meningkatkan keterampilan bahasa dan presentasi mereka.

Angie, seorang terapis seni ekspresif, baru-baru ini pergi ke Asosiasi Kesejahteraan Anglikan untuk mengadakan lokakarya seni ekspresif orang tua-anak. Usia anak-anaknya berkisar antara 2 hingga 7 tahun, meski selisihnya hanya beberapa tahun, namun mereka sudah mencakup PAUD, TK, dan SD! Untungnya, mereka sangat asyik memainkan alat musik, permainan, gerakan, dan gambar. Ketika seorang ibu mengambil lukisan hasil kolaborasi antargenerasi selama dua generasi, dia berkata bahwa dia ingin menggantung lukisan besar itu di samping tempat tidur anaknya!

Lokakarya ini mempunyai dampak beragam terhadap tumbuh kembang anak. Dengan mengikuti kegiatan berkesenian, mereka dapat mengembangkan kreativitas dan imajinasinya. Kegiatan seperti belajar menggambar, memainkan alat musik, permainan dan gerakan merangsang kreativitas mereka dan mendorong mereka untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan unik mereka.
Kedua, lokakarya ini membantu meningkatkan keterampilan komunikasi dan ekspresi anak. Dengan mengikuti kegiatan orang tua-anak, mereka dapat belajar bekerja sama dengan orang lain, berbagi dan mengutarakan pendapatnya. Hal ini tidak hanya membantu mereka membangun hubungan baik dalam tim, namun juga meningkatkan keterampilan bahasa dan presentasi mereka.

Selain itu, kegiatan seni juga membantu anak dalam mengatur emosi dan mengekspresikan diri, serta memperoleh kenyamanan dan kepuasan emosional dari dirinya, yang sangat penting untuk perkembangan emosi dan penanaman kesadaran diri.

Workshop ini juga memberikan lingkungan belajar yang menyenangkan dan memperkaya bagi anak-anak. Mereka dapat mempelajari keterampilan dan pengetahuan baru melalui permainan dan kreasi, dan pertumbuhan serta perkembangan mereka dapat didorong melalui observasi, peniruan, dan latihan.

Lagi
artikel